Rabu, 05 Agustus 2015

Subnetting

Apa yang di maksud Subnetting ?

Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.

Fungsi Subnetting 
1.      Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
2.      Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
3.      Pengelolaan yang disederhanakan.
4.      Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,

Tujuan subnetting
1.      Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
2.      Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
3.      Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
4.      Penggunaan IP Address yang lebih efisien.


Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.


Dua alasan utama melakukan subnetting:
Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.
Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.

Untuk IP adress kelas A tidak dapat memakai subnet kelas B demikian pula sebaliknya. Jika kalian pernah menemukan istilah 255.0.0.0/8 maksud dari istilah tersebut adalah, subnet mask 255.0.0.0 mempunyai bit yang aktif (angka 1) sebanyak 8. Angka 8 setelah karakter menunjukkan banyaknya angka 1. Sebenarnya subnet mask terdiri dari bilangan bilangan biner, misalnya 255.0.0.0 jika dikonversi ke biner maka menjadi

11111111.00000000.00000000.00000000.

Oleh karena itu penulisannya menjadi 255.0.0.0/8.
Contoh lainnya adalah 255.255.255.224/27 jika dikonversi ke biner maka akan menjadi :
11111111.11111111.11111111.11100000. 

Pada Klas C terdapat 254 host yang bisa dihubungkan.
192.168.x.x/ 255.255.255.0
Untuk jumlah yang lebih besar, kita bisa menggunakan Klas B atau Klas A. Perhatikan tabel berikut.
Klas C = 256
Klas B = 256 x 256
Klas A = 256 x 256 x 256

Beberapa penulisan notasi IP dan netmask pada IP versi 4 (IPV4):
Notasi Binary:
11111111.11111111.11111111.00000000
Notasi Desimal:
255.255.255.0
Notasi panjang prefiks : /24 –> (didapat dari penjumlahan angka notasi binary).

Ketersediaan host pada sebuah jaringan ditentukan dari berapa jumlah notasi 0 yang tersedia dari netmask.
Contoh Klas C
Notasi Binary :
11111111.11111111.11111111.00000000
Nilai maksimal :
11111111 = 255
Total IP yang terjangkau
11111111 = 255 + 1 (0) = 256

IP Network adalah IP pertama dari jaringan (biasanya genap)
IP Broadcast adalah IP terakhir dari jaringan (biasanya ganjil)
Total IP adalah 256 – 1 (IP Broadcast) – 1 (IP Network) = 254
IP network menentukan pengalamatan sebuah ip address, sedangkan IP broadcast adalah penyebar informasi alamat ip dalam suatu range ke semua host

Contoh penghitungan angka binary ke desimal
1 1 0 1
((2^3) * 1) + ((2^2) * 1) + ((2^1) * 0) + ((2^0) * 1) = 8 + 4 + 0 + 1 = 13

Kustomisasi Netmask
Notasi Binary :
11111111.11111111.11111111.1000000
Notasi Prefiks Depan : /25
Notasi Desimal : 10000000 = 128 => 255.255.255.128

Range IP :        192.168.1.0 – 192.168.1.127 => 128
Network :        192.168.1.0 
Broadcast :      192.168.1.127
IP Host :           192.168.1.1 – 192.168.1.126 => 126

Range IP :        192.168.1.128 – 192.168.1.255 => 128
Network :        192.168.1.128
Broadcast :      192.168.1.255
IP Host :           192.168.1.129 – 192.168.1.254 => 126



Senin, 03 Agustus 2015

Selamat datang :)

Selamat berkunjung di blog saya.
Silahkan berkomentar jika tampilan kurang memuaskan :)